FAKTOR DOMINAN PENYEBAB TIMBULNYA KERUSAKAN PERALATAN KERJA PROJECT KONSTRUKSI

FAKTOR DOMINAN PENYEBAB TIMBULNYA KERUSAKAN PERALATAN KERJA PROJECT KONSTRUKSI

Sebagai factor produksi,peralatan yang terdiri dari kendaraan, alat berat, mesin alat dan tools harus dijaga agar selalu ada dalam kondisi prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan down time yang seminimum mungkin dan tersedia pada saat diperlukan, hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan dan perbaikan atau maintenance yang baik. Berdasarkan pengamatan , berbagai kasus yang terjadi di lapangan yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan adalah :

Kerusakan akibat kesalahan / kelainan maintenance :
Air pendingin jarang diperiksa
                                6 %

Level  oli jarang diperiksa                                       6 %

Kurang Oli dan grease                                          12 %

Masalah dalam Daily Inspection                           24 %

Salah cara membersihkan elemen                          6 %

Salah penyetelan                                                   12 %

Air masuk fuel                                                        13 %

Waktu penggantian elemen tidak tepat                  12 %

Lain-lain                                                                    5 %

Masalah dalam Periodic Maintenance. .              48 %
           Masalah dalam maintenance                               72 %.

Salah pengoperasian                                           28 %

 

Dari sajian data diatas dapat diperoleh gambaran bahwa masalah maintenance menjadi penyebab kerusakan pada peralatan yaitu 24 % terjadi pada saat P2H ( pemeriksaan harian ) dan 48 % terjadi karena masalah periodical maintenance atau perawatan berkala, salah pengoperasian dan penyebab lain hanya andil 28 % masalah.

Dapat dikatakan bahwa Maintenance sebagai tindakan perawatan dan perbaikan pada peralatan factor terbesarnya ada pada masalah perawatan ( 72 % ) sehingga masalah perawatan ini perlu perhatian yang sangat serius.

Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yang menghasilkan down time yang seminimum mungkin tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin serta waktu sesingkat mungkin sehingga dapat tersedia setiap waktu diperlukan.

Ada beberapa tahapan kegiatan dalam proses maintenance yaitu pemeriksaan, penggantian, penyetelan , perbaikan dan pengetesan, kesemuanya itu merupakan aktivitas secara total.

Pemeriksaan merupakan pekerjaan rutin dan periodic harian, mingguan, bulanan , tahunan atau periode berdasarkan jam kerja mesin, penggantian adalah pekerjaan untuk mengganti sparepart yang diperlukan berkaitan dengan pemeriksaan tadi atau berdasarkan perhitungan umur teknis elemen mesin, perbaikan adalah tindakan mengembalikan kondisi alat yang rusak Kembali ke kondisi semula, sedangkan pengetesan merupakan review final dari seluruh tindakan maintenance.

Jadi dapat dikatakan bahwa tujuan maintenance adalah 

  • Peralatan selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability = berdaya guna physic yang tinggi ). 
  • Peralatan kondisi prima, berdaya guna mekanis yang paling baik ( Best Performance ). 
  • Biaya perawatan dan perbaikan peralatan menjadi lebih hemat ( Reduce repair cost ) 

 Untuk dapat mencapai tujuan dari maintenance secara optimal, maka diperlukan organisasi yang baik, tentunya dengan struktur organisasi yang baik.

 

Struktur organisasi maintenance …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *